Sabtu, 02 Agustus 2014

Catatan pena zee 10

Melihat suatu cuplikan sebuah episode kehidupan, maka apa yang terjadi ketika sebuah kesempatan kedua justru membuat kita jatuh dan terluka untuk kedua kalinya...? Apakah memang kesabaran harus selalu tetap ada...? Apakah kerendahan hati kita harus selalu hadir...? Apakah kita juga harus selalu kuat saat harus berhadapan dengan orang yang telah menyebabkan kita berada dalam posisi seperti itu...? Apakah kata maaf memang harus selalu ada untuk mereka yang selalu menyakiti kita?

Rabu, 23 Juli 2014

Catatan Pena Zee 9

Sedikit curahan hati malam ini, ingin aku tuang dalam sebuah keabadian yang semu...

Abadi... tapi mengapa harus semu...?

Ditemani rintikan air hujan yang terus mengguyur hari ini

Dengan derasnya sebuah kekecewaan yang mungkin sulit aku gambarkan

Dan mana mungkin akan difahami juga oleh orang lain... apalagi dia...

Ini bukan tentang kesenangan duniaku...

Tapi tentang bagaimana dia menghangatkan kami...

Tidakkah dia merasa dingin yang seperti apa yang sedang menutupi keremangan jiwa kami...?

Tidakkah dia menginginkan hangat kasih yang ada diantara kami...?

Tuhan... aku tak bisa memberitahunya...

Hanya kau yang bisa memberitahunya...

Hanya saja hari ini aku kecewa....


Jatinangor, 23 juli 2014
22.32 wib

Sabtu, 19 Juli 2014

Catatan Pena Zee 8

Kadang kebanyakan suami berfikir mereka tidak perlu bersikap romantis pada istri2 mereka, seperti mencium kening, berpegangan tangan, menggandeng mereka ketika berjalan, atau sekedar mengucapkan kata2 manis di sms, hanya karena mereka merasa sudah memiliki hak atas istri2 mereka  & tidak akan takut kehilangan mereka,, tapi untuk para istri, sikap romantis yang ditunjukan para suami sangat penting untuk meyakinkan para istri bahwa suami yg mereka nikahi masih memperhatikan mereka bukan hanya tentang materi, tapi tentang perasaan mereka... padahal ketika sedang berpacaran mereka sangat sering melakukannya, tapi kenapa intensitas romantis itu justru berkurang pada saat mereka sudah menikah?... bukankah justru semua hal kecil itu akan menjadi ibadah pada saat mereka sudah menjadi suami istri. Ironis sekali..

Sabtu, 12 Juli 2014

Catatan Pena Zee 7

Tuhan tak pernah tidur,
Hanya aku yang selalu keliru
Tuhan... salahkah ketakutanku ini?
Hanya Engkau yang tahu
Walau mungkin Engkau berusaha mengirimkan jawabannya padaku
Tapi mungkin aku yang tidak menyadarinya
Wallohu a'lam

Tuhan, aku mungkin diam
Tapi mungkin air mata lah yang akan berbicara
Aku berbicara tapi amarahlah yang memegang kendali
Adakah keadaan yang bisa lebih membuatku merasa lebih baik...?
Ada...

Saat tak ada lagi saputangan kering untuk mengusap...
Saat tak ada lagi kertas kosong untuk menulis...
Saat tak ada lagi kata untuk terucap...
Saat tak ada lagi tempat untuk terluka...
Tapi selalu ada lantai untuk bersujud...
Selalu ada Engkau yang Maha Mendengar...
Dan selalu ada Engkau yang Maha Tahu apa yang terbaik untukku...

Jatinangor, 17 Mei 2014
20.10 wib

Catatan Pena Zee 1

Andai saja jalan yang dulu ku lalui

Semudah aku membalikkan telapak tangan

Mungkin tak akan seberat ini mencintaimu

Mungkin tak akan sesakit ini

Saat kau berusaha menyakitiku

Aku tak sekuat yang kau lihat

Aku tak sekedar tegar yang kau rasa

Mungkin hatimu tak sedalam yang ku rasa

Hingga mungkin kau tak pernah merasa luka

Mudah sekali untukmu menghancurkanku...

Jatinangor, 3 Mei 2014
18.52 wib

Jumat, 11 Juli 2014

Catatan Pena Zee 2

Tuhan...
Adakah dia tahu sedalam apa rasa ini untuknya?
Adakah dia merasakan sedalam apa rasa sakit ini saat dia mencoba berdusta?
Adakah dia tersadar saat hati ini merasa terganggu
Dengan semua sikap yang seolah-olah dia tak lagi menghargaiku?
Hatiku menangis tak berusap...
Batinku menjerit tak bersuara...
Jiwaku merintih tak berucap...

Dan dia... sama sekali tak mendengarnya...

Tuhan...
Dia sama sekali tak mendengar jeritan hatiku tentang sakitnya luka ini...

Apakah aku masih ada di hatinya?

Jatinangor, 24 April 2014
18.32 wib

Catatan Pena Zee 3

Dia yang cantik...

Terbaring pulas membelakangiku

Hanya bisa ku lihat punggungnya yang mungil

Yang selalu ingin ku belai

Tapi takut membangunkan mimpi indahnya

Dia Cantikku...

Menemani setiap helaan waktu hampaku yang tak pernah terjamah

Dia Cantikku...

Yang tak pernah bisa menjauh dariku walau hanya sebentar saja

Dia Cantikku...

Kini hangat tubuhnya membuatnya sedikit tak nyaman...

Dia Cantikku...

Hidupku...

Segalanya bagiku...

Azaleaku...

Jatinangor, 15 April 2014
19.06 wib

Catatan Pena Zee 4

Inginku seolah hampa
Harapku seolah kosong
Padahal tak sulit,
Hanya ingin kau dengarkan...
Mengerti...
Dan memahami...

Penjelasanku sepertinya hanya di anggap asap
Yang kau kibaskan lalu lenyap
Keinginanku seperti kau anggap tak ada
Mau tak mau mata ini tak sanggup lagi...
Akhirnya bendungan kelopak mata ini pun runtuh
Membanjiri seluruh wajah
Melewati lembah hati yang telah lama rapuh
Yang sedang diselimuti kekalutan
Dan ketakutan tentang sesuatu yang mungkin akan merenggutmu...

Hati ini telah terasa perih sebeum itu terjadi
Kau hanya menganggap kata-kata kesedihanku hanya sebuah kalimat tak brrharga
Tak pernah kau dengar...
Selalu kau lakukan ... dan lakukan lagi...
Mencoba menyembunyikannya...
Padahal aku selalu TAHU...

Jatinangor, 24 April 2014
18.40 wib

Catatan Pena Zee 5

Ribuan kata itu seolah-olah masuk mengalir diantara jari-jemariku yang telah lama kaku membeku
Ya...
Ada keegoisan didalamnya, yang tak ingin ada yang menandinginya
Tak ingin ada yang menyainginya...
Tuhan... setiap detik di masa lalu itu ingin ku simpul kembali
Dalam rajutan kata-kata emas yang lebih berharga
Biarlah setiap kata-kata ini... hanya aku dan Engkau yang Tahu
Karena walaupun tak sulit untuk aku memahaminya,
Sangat sulit sekali untuk orang lain melakukannya...
Termasuk Dia...

Hanya aku dan Engkau....

Jatinangor, 15 April 2014
19.00 wib

Kamis, 10 Juli 2014

Catatan Pena Zee 6

Menghadapi segalanya tanpa perasaan buruk sangka sangat sulit, apalagi ketika kepercayaan kita telah tergores.
Hanya bisa memohon padaNya..
Hanya bisa menyerahkan padaNya..
Hanya bisa meminta padaNya,
agar hanya Dia yang menjaga dan mengingatkannya dari segala kekhilafan yang ada...